JADAM, Pupuk Serbaguna ala Korea
Tak hanya fashion, kuliner dan musik yang bisa ala Korea, pupuk penyubur tanaman serbaguna ini juga ala Korea lho! JADAM singkatan dari "Ja-Yeon-Eul Dam-Eun Saram-Deul" merupakan terjemahan langsung bahasa Korea:
Ja-Yeon-Eul= Alam/ Natural
Dam-Eun = Mengandung/Berisi /Memeluk
Saram-Deul = Orang- orang
Sehingga makna keseluruhannya adalah “Orang-orang yang memeluk/mengandung/hidup bersama alam. JADAM adalah nama organisasi dan metode pertanian alami ultra biaya rendah yang didirikan oleh Youngsang Cho, anak dari Han Kyu Cho (pencetus KNF- Korea Natural Farming) di Korea Selatan. Filosofinya pertanian alami setara industri, artinya petani tetap mandiri dan untung besar meski memakai metode alami (pertanian organik). Hal ini ditunjang oleh prinsip dasar JADAM yang disingkat SMILE. Simple (sederhana), Microorganism (mikroorganisme lokal), Inexpensive (murah), Local (lokal) dan Effective (efektif).

Dalam pelaksanaan Diklat ToT Metode ABCD di Yogyakarta, 8 – 11 Juli 2025 ada sebuah agenda “Penebaran Jadam Microorganism Solution (JMS) di Paroki Dalem” pada tanggal 10 Juli 2025. Maka untuk keperluan itu, para peserta diajak untuk membuat JMS terlebih dahulu pada tanggal 8 Juli 2025. JMS adalah larutan mikroorganisme lokal yang dibuat dengan cara sederhana untuk meningkatkan populasi mikroba baik di tanah. Fungsinya mirip EM4, tetapi lebih murah, berbasis mikroba lokal, serta adaptif terhadap lingkungan setempat.
Cara mudah membuat JMS (10 liter) menggunakan bahan-bahan berikut:
- Air lunak (air hujan/air AC/ air RO), 10lt: Digunakan karena tidak mengandung bahan kimia yang dapat membunuh mikroorganisme
- Humus bambu 200-300gr: Mengandung berbagai jenis Jamur dan bakteri baik yang akan dikembangbiakan.
- Kentang (bisa diganti umbi, jagung,waluh, beras), 200-300gr : sumber makanan/mineral bagi kehidupan mikroba
- Garam non iodium, 1 sdm: Opsional, tetapi membantu menciptakan larutan yang lebih efektif

- Rebus kentang dengan 1 liter air hingga lunak, biarkan dingin. Kentang dipotong kecil-kecil.
- Membuat media perkembangbiakan mikroba : Campurkan air lunak, air rebusan kentang, garam, kedalam ember. Masukan potongan kentang kedalam kantong kaos lalu diremas remas supaya ekstrak kentang menyatu dengan larutan media, diaduk merata.
- Masukan sumber mikroba humus bambu dalam kantong kaos, celupkan ke dalam media dan diremas remas. Lalu masukan batu dalam kantong humus dan ikat kantong yang berisi humus melayang dalam media. Tutup ember.
- Waktu fermentasi: Suhu hangat (25-30 C) :24-38 jam. Tanda JMS berhasil dan siap digunakan: Muncul buih/busa melimpah dipermukaan. Bau segar seperti tanah humus, tidak berbau busuk
Setelah jadi, encerkan JMS dengan rasio 1:20. 1 liter JMS dengan 20 liter air. Pastikan air tidak berkaporit untuk menjaga kelangsungan hidup mikroba. JMS bisa diaplikasikan di:
- Tanah (Lahan pertanian kering/basah, pekarangan) untuk meningkatkan populasi mikroba dan kesuburan tanah, serta memperbaiki struktur tanah.
- Sampah organik atau kotoran hewan untuk mempercepat dekomposisi, membantu mengurai bahan organik lebih cepat dan menghasilkan kompos yang kaya mikroba.
- Penyemaian bibit untuk mencegah penyakit tular tanah.
- Kolam Ikan/aquaponik untuk mengurai amonia dan nitrat dari kotoran ikan dan sisa pakan dalam air.
- Lantai kandang ayam, kambing atau sapi untuk menekan bau amonia dan mempercepat fermentasi kotoran menjadi kompos
Penulis : Ensy Veronika