ABCD... sesuatu di Credit Union

Kategori : Berita CU

Grand Cabin Hotel - Yogyakarta, 8-11 Juli 2025

ABCD… Sesuatu di Credit Union

ABCD mungkin menjadi suatu pertanyaan bagi orang yang tidak mengetahuinya. Namun bagi kalangan aktivis Credit Union 4 huruf alfabet ini bukanlah hal yang asing, terutama bagi insan Credit Union yang bergerak di bidang Pemberdayaan. ABCD merupakan singkatan dari Asset Based Community Development yang penjelasannya secara sederhana merupakan pemberdayaan komunitas berbasis aset. 

Penjelasan sederhana tapi mengena dan mudah dicerna tentang model ABCD dan pengalaman menerapkannya di CU disampaikan oleh Antonius Sumarwan, SJ yang akrabnya disapa Romo Marwan selaku Fasilitator kegiatan Diklat ToT ABCD ini dilaksanakan oleh Puskopcuina di Yogyakarta, 8 – 11 Juli 2025.  Selama 4 hari peserta diajak untuk berdiskusi tentang kondisi nyata di CU nya serta juga dilaksanakan kunjungan lapangan untuk melakukan praktik langsung kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan model ABCD yang telah diterapkan di 5 Komunitas Teritori CU Kridha Rahardja, Yogyakarta.


Gerakan Credit Union dalam jaringan Puskopcuina bercita-cita "CU tidak berhenti hanya sebagai lembaga keuangan saja, melainkan tumbuh menjadi lembaga Pendidikan". Untuk mencapai cita-cita tersebut, CU mencoba berbagai pendekatan pemberdayaan yang sesuai dengan jati diri Gerakan CU. Dan akhirnya dalam proses pencarian tersebut kita menemukan bahwa pendekatan ABCD adalah model yang tepat untuk mewujudkan impian ini. Pendekatan ini selaras dengan prinsip swadaya yang menjadi roh Credit Union sejak awal Friedrich Wilhelm Raiffeissen merintis Gerakan simpan pinjam di kalangan petani miskin, dengan keyakinan bahwa mereka memiliki aset dan kekuatan yang dapat diorganisir Bersama sehingga dapat memandirikan kehidupannya.

Alasan yang membuat kita yakin bahwa ABCD adalah model yang tepat untuk mewujudkan cita-cita tersebut karena ABCD fokus pada penggalian kekuatan dan potensi lokal, bukan daftar panjang kekurangan dan permasalahan.  Pendekatan ABCD ini berbeda dengan pendekatan berbasis kebutuhan (need based) yang tanpa disadari memperkuat ketergantungan masyarakat pada pihak luar. 

Garis besar metode ABCD terdiri dari Appreciative Inquiry menggali berbagai cerita tentang keberhasilan dalam komunitas, sekecil apapun itu harus dihargai dan belajar mensyukurinya sebagai titik tolak perubahan.  Pemetaan Aset tujuannya untuk mengidentifikasi kekuatan individu, asosiasi lokal, lembaga/institusihingga sumber daya alam yang ada di sekitar komunitas.  Membangun hubungan di sini menghubungkan berbagai aset yang dimiliki sehingga dapat saling memperkuat.  Merancang aksi bersama, yaitu menyusun rencana nyata tindakan berangkat dari apa yang dimiliki, bukan semata dari daftar kebutuhan.  Pendekatan ini memberikan kepercayaan diri kepada anggota komunitas dan memunculkan energi positif bagi kreativitas anggota untuk meningkatkan kualitas hidup anggota CU.

Penulis : Ensy Veronika

BAGIKAN

Mulailah sekarang dengan simulasi pinjaman

Hitung Angsuran pinjaman Anda